POTRET KEHIDUPANKU DI BOGOR

wpid-screenshot_2015-10-29-10-22-12-1.png

Potret Kehidupanku di Bogor, semua berawal ketika menjadi mahasiswa undangan di Institut Pertanian Bogor (IPB), Jurusan Budidaya Pertanian (BDP), Program Studi Arsitektur Lanskap (ARL), 15 tahun yang lalu.

image

Melewati waktu selama 15 tahun sangat tak terasa, berbagai potret perjalan kehidupan dari satu waktu ke waktu yang lain sangatkah berwarna. Merasakan waktu yang kelam dan bahkan merasakan diri berada di puncak. Kelamnya apa? Tak perlu diceritakan, anggap saja sebagai kerikil yang berserakan dijalan yang kita lalui dan kerikil itu tidak pernah hilang. Sehingga tak perlu kita menghilangkan kerikil itu tetapi kita jadikan kerikil itu menjadi bagian dalam perjalanan hidup kita. Puncak? Puncak gunung??? Yaa.. puncak,  puncak kebahagian dimana kita berani meminta maaf atas apa yang kita lakukan dan mengucapkan terima kasih atas apanyang telah orang lain bantu dan berikan kepada kita. Selain itu kebahagiaanku adalah kehadiran orang yang sangat berarti bagiku, berharga bagiku dan membantuku melewati masa kelamku pada masa – masa sebelumnya, siapakah dia?? Dia tak tampak tapi dia ada dalam hatiku. Ciiieee…..

Dan pastinya kebahagiaan itu adalah dengan memberikan penghargaan kepada diri sendiri atas prestasi kerja yg dicapai. Memberikan penghargaan terhadap diri itu sangat sederhana, bisa dengan berwisata, refreshing, memancing, atau sekedar membuat dan membeli makanan dan minuman,  pakaian atau kebutuhan lain yg disukai.

Potret Kehidupanku Di Bogor, semakin indah semenjak hijrahnya orang tua yang sudah puluhan tahun tinggal di tanah sumatera ke tanah jawa pada tahun 2011. Lengkap sudah keluargaku, dekat bersama orang tua dan bersama adik-adik dan keluarga kecilku. Tapi semua tidak berjalan mulus seperti yang dibayangkan, kerikil – kerikil yang selalu ada dalam  setiap langkah perjalanan kehidupan semakin saja terlihat dan bahkan semakin tajam. Benar saja dan roda kehidupan benar – benar berputar. Ketika berada diatas semestinya kita harus terus bersyukur, ketika dibawah, dibutuhkan kesabaran level tertinggi agar roda kehidupan tetap bisa berjalan sebagai mana mestinya..hmmmm…tapi semua harus dilalui dan aku mesti kuat, kuat dan kuat.

Sebagai anak laki – laki dan anak pertama, memang aku di tuntut untuk kuat dan tegar, bijak dan sabar. Apalagi ketika kerikil kerikil yang tadinya kecil dan tajam menjadi semakin besar. Ya, kerikil yang besar, tapi nanti akan ku ceritakan lagi.. sekarang mesti melanjutkan amanah pekerjaan…#bersambung

Kisahku adalah Potret Kehidupanku di Bogor sebuah kisah sederhana seorang yang berkelana.

Pemesanan interior dan konsultasi disain, hubungi 087883373726 ata 085781885718 pin bbm 5A13056C

Be the first to comment on "POTRET KEHIDUPANKU DI BOGOR"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*