POTRET KEHIDUPANKU DI BOGOR PART 3

wpid-20151015_121434.jpg

Potret Kehidupanku Di Bogor Part 3, kenapa harus ditemani? Ya kenapa harus ada teman? Teman inilah yang diharapkan dapat memberikan kita masukan dan saran kepada kita untuk melewati kerikil – kerikil kehidupan, hidup bersosial akan lebih baik daripada kita harus menyendiri atau bahkan mengucilkan diri sendiri atas apa yang kita alami. Tentunya teman – teman yang baik, teman yang diharapkan menasehati kita agar tetap pada jalur yang sebenarnya dalam menghadapi ujian kehidupan.

image

Jika aku bercerita ketika 15 tahun yang lalu, kondisi masih sebagai mahasiswapun, kedewasaan yang tumbuh bukan karena usia yang kita miliki, tetapi karena pengalaman hidup yang telah menempa kita. Beasiswa Kerja Mahasiswa yang dulu pernah di dapatkan adalah sarana pertamaku untuk memulai menempa kedewasaan, ketika mesti bergaul dengan berbagai macam budaya dan karakter teman, bersosialisasi dengan berbagai tipe dan sifat teman, sering kali membuatku berfikir saat ini, bahwa mesti dulu lebih mampu untuk mengoptimalkan potensi diri yang ada. Berteman mereka yang dewasa saat itu masih belum membuka pintu hatiku untuk belajar lebih dewasa, hanya bisa menjalani semua ujian kehidupan seadanya. Tapi sekali lagi teman membantuku untuk jalani itu, ketika kesulitan menghampiri dari berbagai aspek, teman mampu menguatkanku dan ketika itu “dia” pun menguatkanku.

Potret Kehidupanku Di Bogor Part 3, yaa ketika itu, masa kuliah itu masa yang sangat berwarna, disaat kesibukan kuliahku, aku mesti membagi pikiran dengan berbagai pekerjaan yang di tugaskan atas beasiswa yang aku dapatkan, organisasi yang aku pimpin dan tentunya amanah pendidikan yang sedang dijalani. Semua bertujuan untuk mendapatkan teman, bekerja untuk mendapatkan teman, belajar dari teman. Berorganisasipun sama, 2 periode memimpin sebuah organisasi mahasiswa daerahpun adalah sosialisasi, belajar untuk mendewasakan diri dan memanajemen diri.

image

Hhmmmmm, kedewasaan tak bgitu cepat menghampiriku, entah apa penyebabnya, diri yang masih labil, mudah tersinggung dan emosi semakin menghambat proses pendewasaan diri. Terlebih lagi pola pikir dan tak bisa dipungkiri bahwa budaya daerahpun sering kali menjadi salah satu faktornya. Kembali bahwa teman adalah “dia” yang selalu ada dan menasehati kita untuk terus tegar dan kuat dalam menjalani ujian kehidupan, kehidupan masa kuliah saat itu tentunya. Karena itu kita butuh teman, sahabat, partner, kakak, atau siapalah dia. Diharapkan peduli dan perhatian terhadap kondisi kita. Dan pastinya kitapun harus peduli dan perhatian terhadap kondisi diri kita sendiri. Potret Kehidupanku Di Bogor Part 3, Hhhhaaaahhhh, bercerita seperti ini, ataupun menulis bagiku dapat mengurangi beban pikiranku, terlebih lagi bahwa kita yakin bahwa ujian kehidupan itu tak pernah usai dan selalu ada hikmah baik dari Allah Sang pencipta bagi diri kita, kedewasaan diri kita dan kebaikan diri kita. Yakinlah itu..! Ingin sekali aku bercerita detaik atas apa yang aku alami agar aku bisa berbagi kepada pembaca dan pembaca bisa menghindari hal itu, tapi perlukan aku ceritakan semuanya?? Hmmmm… kita lihat nanti deh karena roda kehidupan akan terus berputar..#see u…

image

Kisahku di Potret Kehidupanku Di Bogor Part 3, karena roda dan ujian kehidupan akan terus berputar.

Landscape Architecture, wedding decoration, produksi tas bogor, garden, interior, tool cleaning service hubungi 087883373726 – 085781885718 pin bmm 5A13056C

Be the first to comment on "POTRET KEHIDUPANKU DI BOGOR PART 3"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*