POTRET KEHIDUPANKU DI BOGOR PART 2

Potret Kehidupanku2

Potret Kehidupanku di Bogor Part 2, kerikil – kerikil yang tadinya kecil dann tajam menjadi semakin besar. Ya.. kerikil yang besar, itulah ujian kehidupan. Kehidupan yang tak pernah lepas dari ujian dan cobaan tentukan ini harus mengajak kita untuk selalu berlajar ikhlas dan sabar. Ujian itu bisa hadir dari dalam diri kita sendiri, orang tua kita, keluarga kita, anak-anak kita, pekerjaan kita, sahabat kita, teman kita dan bahkan dari lingkungan yang sangat eksternal sekalipun.

Potret Kehidupanku

Potret Kehidupanku di Bogor Part 2, Tak jarang dengan ketidaksabaran kita, kita jadi terjerumus kepada hal-hal yang dapat menyakiti dari kita maupun orang lain. Kerikil kerikil yang pernah terjadi olehku adalah :

  1. Emosi yang meningkat karena kesalahfahaman dengan orang lain
  2. Kesalahfahaman dengan keluarga terdekat
  3. Kesalahfahaman denga teman dekat/ rekan kerja
  4. Komunikasi yang selalu harus diperbaiki
  5. Ilmu yang masih harus terus di update dalam mendidik anak – anak
  6. Kebutuhan ekonomi
  7. dan sebagainya

Potret Kehidupanku2

Untuk mengatasi hal tersebut berbagai cara yang aku lakukan, mulai dari konsultasi kepada ulama yang mengerti dengan agama, ahli fiqih, psikolog dan sekedar sharing bersama-sama teman kerja. Tapu kadang kala semua itupun tak kunjung teratasi, apalagi jika berhubungan dengan masalah ekonomi. hmmm, sedih memang jika kita sebagai tulang punggung keluarga tak mampu untuk memenuhi kebutuhan bersama, terlebih lagi jika hal itu tidak didukung oleh pengertian bersama akan hal itu. yang ada semua menjadi salah faham seakan – akan semua pihak berdalih “ga mengerti” hhhaaaaaahhhhh.  Potret Kehidupanku di Bogor Part 2, selalu aku harus menanamnkan “Tiada daya dan kekuatan selain menyerahkannya kepada Allah SWT sebagai pemegang kekuasaan tertinggi atas jiwa dan ragaku”. terkadang ingin sekali aku meminta ya Allah jika memang kehidupanku di akhirat lebih baik maka panggillah hamba. tapi apakah ini boleh dan diperbolehkan? apakah aku memang sudah siap dengan itu? mungkin akan lebih baik jika kita berdoa agar pundak kita dikuatkan agar mampu memikul beban yang Allah berikan. sembari terus berikhtiar dengan cara yang baik agar apa yang diharapkan dapat kita capai dengan baik. Teringat dengan ucapan seorang kakak ” sebelum kita curhat kepada orang lain, sebaiknya kita curhat kepada Allah atas apa yang kita alami”, tapi memang tekadang kita butuh teman untuk selalu dampingi kita, kita ga bisa sendiri menghadapi ini, kenapa harus ditemani…??? nanti kita ketemu di Potret Kehidupanku di Bogor Part 3, hhmmmmmm…apakah aku haru terus meluahkan apa yang aku alami? apakah ini membuka aibku? tapi aku hanya berharap ini membawa hikmah baik, belajar dari kesalahan yang telah dilakukan. aamiin

Potret Kehidupanku3

Kisahku dalam Potret Kehidupanku Di Bogor Part 2 ini diharapkan menjadi pelajaran buat diriku dan berhikmah buat pembaca.

Be the first to comment on "POTRET KEHIDUPANKU DI BOGOR PART 2"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*