HUKUMAN DALAM PENDIDIKAN ISLAM

Hukuman dalam Pendidikan Islam
Ustadz Budi Ashari

Hati-hati dalam menyimpulkan sesuatu berdasarkan suatu ayat atau hadist tertentu. jika kita tidak memiliki ilmunya maka kita harus membaca penjelasan dari ulama tentang ayat atau hadist tersebut

Hukuman dalam Pendidikan Islam, dalam semua buku pendidikan islam pasti ada bab tentang hukuman dan letaknya di bagian belakang. Artinya dalam islam pasti ada hukuman. Tetapi tidak selalu harus dilakukan dan sifatnya bukan harian.

Ulama lebih senang menggunakan kata attakdib….yang akarnya adab daripada kata iqob meskipun sama2 artinya hukuman. Jadi dalam islam,  hukuman ini tujuannya adalah agar memperbaiki adab anak2.

Hukuman dalam Pendidikan Islam jangan dilakukan pd saat emosi. cooling down dulu. catat!!!

Ibnu khaldun ilmuwan abad 8 H:
Pendidikan yang keras dan kasar akan menghilangkan kelapangan jiwa, menghilangkan semangat, mendorong untuk berdusta, berbuat licik sehingga tidak menjadikan akhlaknya.
Konsep pendidikan yg terbaik adalah pada masa khalifah harun ar rasyid (bani abbasiyah) .
hasilnya 3 anak dan ketiganya khalifah
“luruskan anakku dgn mendekat dan lembut. jika keduanya tidak berhasil,  gunakan cara yang keras.”

Jika hanya diberi bashiroh (kabar gembira) tanpa diberi peringatan maka akan meremehkan dosa, jika hanya diberi peringatan tanpa bashiroh (kabar gembira) maka akan mudah putus asa. Hikmah adalah meletakkan sesuatu pada tempatnya. Nahi mungkar itu tidak boleh dilakukan jika menghasilkan kemungkaran yg lbh besar. Jika anak melakukan kesalahan maka anak hrs tau kesalahannya. Harus dijelaskan, dan jika anak sdh menjalani hukumannya maka maafkan.

Kaidahnya:
1. Lakukan kelembutan dan pendekatan
2. Hukuman fisik adlh hukuman terberat maka hrsnya di blkg dan utk kesalahan yg terberat
3. Menggantungkan cambuk di tempat yang terlihat oleh seluruh anggota keluarga agar membuat anak menjadi beradab

Jangan kalian angkat tongkat dari mereka, artinya bloleh mukul asal benar, jangan acungkan tongkat pada mrk jika kalian tidak benar

Jika terjadi kesalahan maka ada bbrp tahap:
1. Nasihat dan petunjuk
2. Jika ada yang melakukan bohong maka palingkanlah wajah
3. Ekspresi wajah
4. Teguran lisan
5. Menghentikan perbuatan itu
6. Menjauhi
7. Menjewer

– Tidak boleh sampai menjatuhkan kemanusiaan
– Tidak boleh sering dilakukan
– Beri kesempatan pada kesalahan yg pertama utk memperbaiki
– Jangan mengancam dengan hukuman yang tidak dilaksanakan
– Jaga lisan saat menghukum. hati2 dengan doa yg buruk
–  Yang boleh menghukum hanya orang tua atau guru. Tidak boleh saudara atau teman lainnya khawatir muncul dendam setelahnya

Jika semua hukuman sudah tidak bisa memperbaiki maka hukuman dengan sabetan boleh dilakukan dgn syarat:
1. Wajib disebutkan salahnya dan benarnya hrs bgmn. misalnya meninggalkan sholat di usia 10
2. Tidak boleh dipukul sblm 10 thn
3. Untuk kesalahan sebesar meninggalkan  sholat
4. Tidak boleh lebih dari 10x karena kalau lebih maka hanya boleh dilakukan pengadilan
5. Tidak boleh membekas di kulit
6. Alat pukulnya sedang,  tidak lembek dan terlalu keras
7. di bbrp bagian tubuhnya, tidak hanya di 1 tempat
8. Berikan jeda agar rasa sakitnya mereda
9. Tidak boleh memukul wajah (karena bagian tubuh yg paling mulia), kepala, dan tubuh yang berbahaya. disarankan kaki dan tangan
10. Tidak boleh pada saat marah
11. Hentikan pukulan jika dia berlindung kepada Allah agar anak tau bahwa Allah itu Ada

Wallau’alam, semoga materi Hukuman dalam Pendidikan Islam ini, dapat mengajarkan kita sebagai orang tua dalam mendidik anak dengan cara yang benar.
Ust. Budi Ashari, Lc.

Be the first to comment on "HUKUMAN DALAM PENDIDIKAN ISLAM"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*